
Home » All posts
KATA
ALIRAN SHOTOKAN
KATA yang berarti bentuk resmi atau kembangan juga memiliki arti sebagai filsafat. KATA memainkan peranan yang penting dalam latihan karate. Setiap KATA memiliki embusen (pola dan arah) dan
bunkai (praktik) yang berbeda-beda tergantung dari KATA yang sedang dikerjakan. KATA dalam karate memiliki makna dan arti yang berbeda, bahkan KATA juga menggambarkan sesuatu, Inilah KATA sebagai filsafat. Karena itulah KATA memiliki peranan yang penting sejak jaman dulu dan menjadi latihan inti dalam karate. Gichin Funakoshi mengambil KATA dari perguruan Shorei dan Shorin.
Shotokan memiliki 26 KATA yang terus
dilatih hingga kini. Ada yang populer ada pula yang tidak. Masing-masing
mempunyai tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Karena itu wajib bagi tiap
karateka untuk mengulang berkali-kali bahkan ratusan kali.
KATA
|
ARTI
|
NAMA
ASLI
|
Takeoku Shodan
|
Pembuka Jalan (1)
|
|
Takeoku Nidan
|
Pembuka Jalan (2)
|
|
Takeoku Sandan
|
Pembuka Jalan (3)
|
|
Heian Shodan
|
Pikiran Yang Damai (1)
|
Pinan Nidan
|
Heian Nidan
|
Pikiran Yang Damai (2)
|
Pinan Shodan
|
Heian Sandan
|
Pikiran Yang Damai (3)
|
Pinan Sandan
|
Heian Yondan
|
Pikiran Yang Damai (4)
|
Pinan Yondan
|
Heian Godan
|
Pikiran Yang Damai (5)
|
Pinan Godan
|
Tekki Shodan
|
Satria Yang Kuat (1)
|
Naihanchi
|
Tekki Nidan
|
Satria Yang Kuat (2)
|
|
Tekki Sandan
|
Satria Yang Kuat (3)
|
|
Bassai Dai
|
Menembus Benteng (Besar)
|
Passai
|
Kanku Dai
|
Menatap Langit (Besar)
|
Kushanku
|
Enpi
|
Burung Layang-Layang Terbang
|
Wanshu
|
Hangetsu
|
Bulan Separuh
|
Seishan
|
Jion
|
Nama Biksu Budha, Pengampunan
|
Jion
|
Nijushiho
|
24 Langkah
|
Niseishi
|
Sochin
|
Memberi Kedamaian Bagi Orang
Banyak
|
Sochin
|
Bassai Sho
|
Menembus Benteng (Kecil)
|
|
Kanku Sho
|
Menatap Langit (Kecil)
|
|
Jitte
|
Bertarung Seolah-Olah Dengan
Kekuatan 10 Orang
|
Jitte
|
Chinte
|
Tangan Yang Luar Biasa
|
Chinte
|
Meikyo
|
Cermin Jiwa
|
Rohai
|
Gankaku
|
Bangau Diatas Batu
|
Chinto
|
Wankan
|
Mahkota Raja
|
Wankan
|
Gojushiho Sho
|
54 Langkah (Kecil)
|
|
Gojushiho Dai
|
54 Langkah (Besar)
|
Useishi
|
Unsu
|
Tangan Seperti Awan
|
Hakko
|
KATA HEIAN
1. HEIAN SHODAN
1. HEIAN SHODAN
Heian berarti “Pikiran Penuh Kedamaian”. Kata ini adalah kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi). Meskipun tidak diketahui bagaimana Kata Heian ini diciptakan, tetapi banyak yang berpendapat bahwa Heian merupakan bagian dari Kata yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Kata Kanku-Dai. Itosu menciptakan Kata Heian untuk memperkenalkan Karate kedalam kurikulum sekolah untuk menghilangkan kesan tehnik yang berbahaya yang terdapat pada kata lanjutan. Heian Kata merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.
Hal Penting : Sikap kedepan dan Pukulan gerak maju. Memiliki 21 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.
2. HEIAN NIDAN
Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena Kata ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya. Kata ini berhubungan dengan Kata Bassai-Dai.
Hal Penting : Sikap balik kebelakang,tendangan menyamping,membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik. Memiliki 26 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.
3. HEIAN SANDAN
Heian Sandan berarti Heian yang ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Jitte.
Hal Penting :
Sikap kesamping dan tangkisan atas (atas bahu/kepala). Memilki 20 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.
4. HEIAN YONDAN
Heian Yondan berarti Heian keempat dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Kanku-Dai.
Hal Penting : Pengembangan/kontraksi, tangkisan dan tehnik penyelesaian. Memiliki 27 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.
5. HEIAN GODAN
Heian Godan berarti Kata Heian kelima dari Seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Gankaku.
Hal Penting : Fleksibilitas dan Keseimbangan. Memiliki 23 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.
KATA TEKKI
6. TEKKI SHODAN
6. TEKKI SHODAN
Tekki berarti kuda besi atau posisi berkuda. Tekki Shodan adalah Kata Tekki pertama dalam seri Kata Tekki. Kata Tekki adalah Kata Shorei, menggambarkan kekuatan, tehnik yang penuh tenaga. Kata Tekki diciptakan dan direvisi oleh Yasutsune Itosu. Gichin Funakoshi menghabiskan waktu tiga tahun untuk belajar dan menguasai masing-masing Kata Tekki ini (pada waktu itu, setiap murid menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajari Kata). Tekki Shodan mempunyai nama asli Naihanchi dan diperkenalkan oleh Yasutsune Itosu, Tekki Nidan dan Sandan diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Belum ada penjelasan yang memadai kenapa Tekki memiliki perlintasan gerakan satu garis, meskipun kadang terpikir dilakukan dengan baju besi dan/atau diatas punggung kuda (hal ini tidak bisa diaplikasikan secara teknis). Makna dari Kata ini dapat juga pertahanan dengan latar belakang dinding/tembok atau diatas perahu.
Hal Penting : Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul, dan sikap kesamping. Memiliki 29 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.
7. TEKKI NIDAN
Tekki Nidan berarti Kata kedua dari seri Kata Tekki. Tekki Nidan dan Tekki Sandan dipelajari untuk pertama kali pada level sabuk Coklat, tetapi tidak dipelajari secara intensif hingga tingkat sabuk Hitam.
Hal Penting : Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 24 gerakan , dengan waktu aplikasi 50 detik.
8. TEKKI SANDAN
Tekki Sandan berarti Kata Tekki yang ketiga dari seri Kata Tekki.
Hal Penting : Posisi badan rendah yang kuat, getaran pinggul dan sikap kesamping. Memiliki 36 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik.
KATA LANJUTAN
9. BASSAI-DAI
9. BASSAI-DAI
Bassai-Dai berarti menghancurkan pertahanan musuh dengan kecerdikan dan menemukan kelemahan lawan (kebanyakan mengartikan “Gempuran Yang Sangat Kuat”). Kata ini dipelajari pada tingkat Kyu 3 hingga tingkat Shodan (Dan I). Aslinya disebut Passai, Kata ini pertama kali diperlihatkan di Tomari dan Shuri. Bassai-Dai adalah Kata Shorin.
Hal Penting : Rotasi Pinggul, kekuatan penuh, semangat yang kuat dan luapan tenaga, ketidak-untungan harus menjadi keuntungan. Memiliki 42 gerakan, dengan waktu aplikasi 60 detik.
10. BASSAI-SHO
Bassai-Sho berarti lebih rendah dari Bassai-Dai. Kata Shorin ini diciptakan oleh Yasutsune Itosu. Kata ini lembut, tetapi penuh tenaga walaupun tidak seperti Bassai-Dai.
Hal Penting : Tangkisan yang sangat kuat dan serangan balik yang sangat tajam. Memiliki 27 gerakan.
11. KANKU-DAI
Kanku-Dai berarti melihat dunia atau langit (dari gerakan pertama). Kata Dai menunjukkan bahwa Kata ini merupakan Kata Kanku terhebat. Kanku-Dai bernama asli Kushanku, nama seorang ahli bela diri Cina yang datang ke Okinawa pada abad ke-18. Kata ini merupakan Kata favorit dari Gichin Funakoshi dan Kata ini yang beliau pilih untuk di demonstrasikan diluar Okinawa. Gichin Funakoshi yakin bahwa Kanku-Dai memiliki semua element dasar dari Karate Shotokan. Kata ini juga merupakan favorit Sensei Okazaki yang mendemonstrasikan kata ini di buku The Best Karate. Kata ini juga menjadi bahan ujian sebagai Kata kedua dalam Ujian Nidan (Dan II).
Hal Penting : Tehnik yang cepat dan lamban, penuh tenaga dan lembut, pemekaran dan penciutan, dan lompatan dan membungkuk. Kata ini digunakan jika benar-benar terkepung oleh musuh. Keadaan/situasi juga merupakan hal penting, karena panjangnya Kata. Memiliki 65 gerakan dengan waktu aplikasi 90 detik.
12. KANKU-SHO
Kanku-Sho berarti Kata terendah didalam Kata Kanku. Kata Shorin ini merupakan perpaduan antara Heian Yondan dan Kanku-Dai.
Hal Penting : Penggunaan tenaga dengan benar, kecepatan dan pemekaran/penciutan dari otot. Memiliki 47 gerakan.
13. JITTE
Jitte (kadang dibaca Jutte) berarti tangan sepuluh atau keajaiban sepuluh. Kata Shorei ini berasal dari Tomari. Kata ini mungkin diperagakan dengan tongkat di tangan. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan (hanya Jitte dan Gion yang tidak mengalami perubahan).
Hal Penting : Rotasi pinggul, dan tangkisan dengan tongkat. Memiliki 24 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.
14. HANGETSU
Hangetsu berarti Bulan Separuh/Setengah Bulan (berarti juga nama sikap utama dalam Kata). Kata ini adalah asli Cina dan nama aslinya adalah Seisan atau Seishan. Kata ini diperagakan pertama kali di Tomari. Kata ini adalah Kata Shorei.
Hal Penting : Pemekaran/penciutan, putaran lengan dan pergerakan kaki serta pernapasan. Memiliki 41 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.
15. EMPI
Empi (kadang disebut Enpi) berarti Burung Wallet Terbang. Kata Shorin ini dipelajari teutama di Tomari (hingga Restorasi Meiji, disebarkan ke Shuri dan Naha). Kata ini sebelumnya dikenal dengan nama Wansu atau Wanshu (Setelah seorang ahli beladiri Cina datang ke Okinawa ). Nama Kata ini diganti oleh Gichin Funakoshi. Yasutsune Itosu membuat perbaikan yang sangat berarti dari gerakan Kata yang asli.
Hal Penting : Tinggi rendah posisi badan, gerakan yang cepat (kecepatan). Memiliki 37 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.
16. GANKAKU
Gankanku berarti “Burung Bangau Diatas Karang” (nama ini diambil dari salah satu posisi dalam Kata ini – ada posisi dimana seperti burung bangau dengan satu kaki, sebagai serangan dalam mempertahankan diri). Ini merupakan Kata yang sudah sangat tua, aslinya bernama Chinto, kemudian namanya diubah oleh Gichin Funakoshi. Kata ini disempurnakan oleh Yasutsune Itosu. Gankaku merupakan Kata Shorin (walaupun kadang dikatakan sebagai Kata Shorei).
Hal Penting : Keseimbangan dan tendangan kesamping. Memiliki 42 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.
17. GION (JION)
Arti dari Gion (Kadang dibaca Jion) belum ditemukan. Ini merupakan Kata Shorei yang diberi nama setelah rahib Cina datang ke Okinawa. Gion juga merupakan nama pura di Jepang dan Cina. Dan Gion dikenal sebagai nama rahib Budha Suci. Nama Kata ini tidak mengalami perubahan. Gion dipelajari di Tomari. Versi lain dari Kata Gion ini juga dipelajari aliran Karate Wado-Ryu. Didalam mengambil nama dari rahib Budha Suci, Gion berkonotasi ketenangan, penuh kebanggaan, dan penuh kekuatan dalam mempelajarinya. Kata ini didemonstrasikan oleh Sensei Tanaka dalam buku The Best Karate.
Hal Penting : Ketenangan, gerakan penuh tenaga, dengan semangat bertarung yang hebat. Memiliki 47 gerakan dengan waktu aplikasi 60 detik.
18. CHINTE
Chinte berarti “Tangan Ajaib”. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terdiri dari beberapa tehnik Cina yang tidak ditemukan dalam Karate Shotokan. Gichin Finakoshi mengganti namanya menjadi Shoin, tetapi kemudian kembali lagi kenama yang dahulu. Sangat sulit untuk menguasai pengunaan tenaga yang benar pada Kata ini.
Hal penting : Memiliki 33 gerakan.
19. UNSU
Unsu berarti “Tangan Bagaikan Awan”. Kata ini merupakan Kata Shorin tanpa diketahui asalnya. Tangan dengan arti tehnik tangan menyapu lawan seperti awan terbelah pisau dilangit. Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa Kata Unsu terlihat bagaikan “Burung gagak yang menakutkan mencoba menari “, jika Kata Heian, Kanku-Dai, Empi dan Gion sebelumnya telah dikuasai.
Hal Penting : Lompatan Tinggi dan rendah, tenik menendang, berpura-pura dan menggunakan beberapa bagian tubuh sebagai senjata. Memiliki 48 gerakan.
20. SOCHIN
Sochin berarti perasaan/keadaan tenang ditengah orang (dan nama ini diambil dari posisi utama didalam Kata ini). Kata Sochin merupakan Kata Shorei, dimodifikasi oleh Yoshitaka Funakoshi (anak dari Gichin Funakoshi).
Hal Penting : Lamban, gerakan penuh tenaga dan sikap sochin ( juga disebut sikap fudo-dachi ). Memilki 40 gerakan.
21. NIJUSHIHO
Nijushiho berarti 24 (dua puluh empat) langkah (sekarang memiliki 30 gerakan, tetapi aslinya adalah 24 gerakan kaki). Makna dari Kata ini adalah sebuah gambaran alami aliran air atau ombak (kadang gerakannya lamban dengan segala keagungan, kadang kuat dan cepat). Kata ini merupakan Kata Shorin (meskipun ada yang mengklaim sebagai Kata Shorei). Kata ini adalah Kata favorit instruktur Frank Woon-A-Tai. Pada tahun1934 Guru Gichin Funakoshi memerintahkan Masatoshi Nakayama untuk mempelajari Kata ini dari Guru Shito-Ryu, Kenwa Mabuni. Kata ini secara bertahap disesuaikan dengan tehnik Shotokan.
Hal Penting : Penggabungan total dari bermacam kekuatan dan kecepatan (Masatoshi Nakayama mengingatkan bahwa kata ini dapat menyerupai sebuah “Tarian” tanpa kepandaian yang sempurna untuk melakukannya).
22. GOJUSHIHO-DAI
Gojushiho-Dai berarti 54 (lima puluh empat) langkah (sekarang 62 gerakan). Kata Shorin ini terinspirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruhnya. Nama lamanya adalah Useshi. Kata ini asli dari Cina dan dipelajari di Cina hingga abad ke-20. Masatoshi Nakayama juga mempelajari Kata Gojushiho ketika dia belajar Nijushiho dengan Mabuni.
Hal Penting : Dengan segala kelembutan dan tehnik aliran.
23. GOJUSHIHO-SHO
Gojushiho-Sho berarti kata terendah di Kata Gojushiho. Kata ini merupakan Kata Shorin yang terinpirasi dari seekor burung yang menyerang musuh dengan ketajaman paruh, sayap dan cakarnya. Kemampuan tehnik tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk memainkan atau mengerti Kata ini.
Hal Penting : Satu hal penting dalam Kata ini adalah tehnik tangan pedang. Memiliki 65 gerakan yang mudah dikacaukan dengan gerakan Gojushiho-Dai.
24. MEIKYO
Meikyo berarti cermin membersihkan cermin (kembali mengasah tehnik Karate dengan latihan yang berulang untuk mendapatkan sebuah pengertian yang jernih tentang tehnik dan karakter Karate). Kata Shorei ini memiliki pengusaan tehnik dalam Kata Heian dengan bentuk Kata yang lebih lunak dan tenang. Nama asli Kata ini adalah Rohai. Kata ini merupakan Kata favorit Sensei Masatoshi Nakayama. Menurut cerita asli, Kata ini diambil dari sebuah tarian untuk meminta Tuhan memunculkan Dewa Matahari (Amaterasu) dari goa dimana dia bersembunyi.
Hal Penting : Memiliki 32 gerakan.
25. WANKAN
Wankan berarti “Mahkota Raja”. Kata Shorin ini tidak dijelaskan dalam buku The Best Karate. Wankan adalah Kata terpendek dari semua Kata aliran shotokan. Kata ini aslinya dipelajari di Tomari, terdiri dari gerakan lembut dan ringan dari apa yang sekarang kita lihat dalam kata aliran Shotokan.
26. JI’IN
Ji’in diciptakan sebagai sebuah penghormatan terhadap kematian dan ketenangan / penuh kekuatan dari Gion. Nama aslinya tidak diketahui dan namanya mungkin diambil dari sumber yang sama dengan Gion. Pembahasan tentang ini belum selesai dalam buku The Best Karate.
KIHON – KUMITE – KATA
Hampir seluruh aliran karate saat ini memasukkan tiga materi wajib yaitu kihon, kumite dan kata dalam latihan. Walaupun sebagian dari aliran juga memasukkan materi lain seperti teknik senjata seperti yang dilakukan oleh Shito-ryu. Adalah Funakoshi yang memberikan tiga materi ini sebagai komponen latihan ketika di Jepang dojo-dojo karate mulai banyak bermunculan. Pada perkembangan selanjutnya, JKA yang berdiri tahun 1949 kembali mempertegas hal ini dengan menstandarisasikan kihon, kumite dan kata sebagai materi wajib.
Kihon adalah berlatih teknik-teknik dasar : memukul, menendang, bertahan dan menangkis. Teknik-teknik ini adalah awal juga sekaligus akhir dari karate. Seorang karateka bisa saja mempelajarinya dalam hitungan bulan bahkan tahun. Dari sini teknik-teknik dasar membutuhkan latihan yang teratur, dikerjakan dengan penuh konsentrasi dan usaha yang sebaik-baiknya.
Dalam kumite seseorang melakukan dengan seorang rekan bertanding. Prinsip-prinsip kihon tetap berlaku dalam kumite. Seorang karateka harus mengerjakan teknik karate dengan sesuai, kekuatan dan kecepatan yang benar dan juga kontrol yang baik. Teknik ini dikenal dengan Sundome yang artinya menghentikan teknik kira-kira tiga inci sebelum sasaran. Sundome adalah kebalikan dari Full Contact yang mengijinkan karateka melancarkan teknik sekeras-sekerasnya pada sasaran. Beberapa aliran karate didunia masih ada yang menerapkan metode ini.
Kata, latihan bentuk resmi yang menggabungkan teknik-teknik dasar dalam karate ; pukulan, tendangan, bertahan dan menangkis kedalam satu rangkaian pergerakan yang telah ditentukan.
Kata mengkombinasikan teknik menyerang dan bertahan, pergerakan badan yang sesuai dan perubahan arah. Kata mengajarkan seorang karateka menghadapi
begitu banyak penyerang dari sedikitnya empat arah. Kata telah menjadi inti dari latihan karate sejak jaman dulu. Shotokan mempunyai 26 kata yang terus dilatih hingga kini walaupun ada yang populer dan ada pula yang tidak. Inilah 26 kata Shotokan :
Heian, ada yang mengartikan pikiran yang damai, mencintai kedamaian dan pikiran yang tenang. Walaupun ada pula yang tidak setuju dengan nama ini. Menurut legenda seluruh kata Heian berasal dari kata Kanku-dai yang disederhanakan oleh Yasutsune Itosu. Tujuannya untuk mengajari pemula ketika karate telah diterima secara terbuka di Okinawa. Karena itulah banyak teknik yang berbahaya telah dihilangkan. Nama aslinya adalah Pinan dan kata ini banyak aliran karate lain yang masih mempertahankan
nama ini kecuali Shotokan yang telah menggunakan nama Heian. Ada lima versi kata Heian yaitu Heian Shodan, Nidan, Sandan, Yondan dan Godan dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Tekki, aslinya bernama Naihanchi dan saat ini dalam Shotokan memiliki tiga versi yaitu Tekki Shodan, Nidan dan Sandan. Tekki Shodan dan Nidan
menurut legenda berasal dari Itosu sementara Tekki Sandan tidak begitu jelas. Tekki berarti kuda-kuda yang kuat, bertahan dalam posisi menunggang kuda (kiba dachi) dan satria yang kuat. Tidak begitu jelas mengapa dikerjakan dalam kuda-kuda kiba dachi.
Bassai, aslinya bernama Passai yang berarti menembus benteng, menembus pertahanan lawan dengan mencari titik lemahnya, walaupun ada juga tidak setuju dengan arti ini. Bassai adalah kata yang sangat tua, dan dalam Shotokan saat ini ada dua versi yaitu Bassai-dai dan Bassai-sho.
Kanku, aslinya bernama Kushanku yang menuru legenda menambil nama dari seorang atase militer Cina yang bertugas di Okinawa. Kushanku berubah nama
menjadi Kanku-dai yang berarti menatap langit setelah nama ini terinspirasi dari gerakan pembukanya. Kanku adalah kata yang paling banyak versinya dan hampir seluruh aliran karate memegang kata ini walau dengan nama yang berbeda. Shotokan memiliki dua versi Kanku-dai dan Kanku-sho dimana keduanya mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Enpi, atau kadang diucapkan Empi berarti burung layang-layang terbang. Menurut legenda kata ini versi aslinya adalah Wanshu ahli bela diri Cina
yang datang ke Okinawa. Enpi adalah kata Shotokan yang sangat populer dan sangat sering ditemukan dalam turnamen.
Jion, salah satu kata Shittei (wajib) Shotokan selain Kanku-dai. Jion berarti kebaikan hati, pengampunan, kasih sayang. Ada pula yang mengartikan Jion nama biksu Budha, dan kenyataannya memang ada biksu yang bernama Jion. Nama kata ini tidak berubah dan dipercaya sebagai salah satu kata yang menunjukkan karakter dari Shotokan.
Hangetsu, kata yang sangat tua ini bararti bulan separuh dan sekaligus mengambil dari nama kuda-kudanya yaitu Hangetsu dachi. Nama aslinya adalah Seishan
yang berarti tiga belas. Kata ini berasal dari Naha dan menampilkan teknik-teknik pernapasan.
Gankaku, kata yang juga sangat tua ini berarti bangau diatas batu. Nama ini tampaknya diambil dari gerakan kuda-kudanya yaitu tsuruashi dachi yang sering
mengangkat sebelah kaki. Nama aslinya adalah Chinto yang berarti pertempuran fajar. Kata ini termasuk salah satu kata yang sulit.
Jitte, berarti seolah-olah bertarung dengan kekuatan sepuluh orang. Nama kata ini tidak mengalami perubahan. Menurut legenda kata ini boleh dikerjakan dengkat sebuah tongkat sebagai senjata.
Sochin, berarti ketenangan hati, memberikan kedamaian bagi orang banyak, penekanan yang besar. Salah satu kata Shotokan yang sangat populer dan
sangat sering ditemukan dalam turnamen. Nama Sochin juga diambil dari kuda-kuda kata ini. Walaupun gerakannya tidak panjang, Sochin juga termasuk kata Shotokan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Nijushiho, berarti 24 langkah. Nama aslinya adalah Niseishi dan milik Shotokan saat ini hampir mirip dengan milik Shito-ryu. Menggambarkan kekuatan air
yang kadang kuat kadang lemah.
Unsu, berarti tangan bagai menyibak awan diangkasa. Nama aslinya adalah Hakko dan kata ini juga sangat tua. Versi Shotokan lebih pendek daripada Shito-ryu
yang memegang versi asli kata ini. Unsu adalah salah satu kata Shotokan dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi.
Meikyo, berarti cermin yang jernih atau cermin yang terang. Nama ini diambil dari gerakan awalnya. Nama aslinya adalah Rohai yang diduga berasal dari
salah satu Rohai Itosu. Kata ini sangat jarang muncul di turnamen.
Wankan, artinya mahkota raja. Tidak jelas mengapa diberikan nama ini. Wankan adalah kata Shotokan yang paling pendek.
Jiin, berarti halaman kuil pengampunan, kebaikan hati. Sama seperti Jion dan Jitte, kata ini mempunyai gerakan awal yang sama. Tampak pengaruh
Budhisme yang kuat dalam kata ini. Sama seperti Meikyo dan Wankan, kata ini juga sudah sangat jarang yang melatihnya.
Chinte, berarti tangan tangan yang luar biasa. Mengandung teknik-teknik Cina yang membedakan dengan seluruh kata Shotokan yang lain.
Gojushiho, berarti 54 langkah. Nama aslinya adalah Useishi yang dalam bahasa Okinawa juga berarti 54. Kata ini sangat panjang dan bersama-sama Unsu
dikelompokkan sebagai kata dengan kesulitan yang tinggi. Kata ini juga mempunyai dua versi ; Gojushiho-sho dan Gojushiho-dai dimana dua gerakan dan embusen kata ini nyaris tidak ada perbedaan.
FILOSOFI KARATE
Karate sangat dipengaruhi oleh Filosofi yang harus di pahami dan di mengerti oleh para Sempai (pelatih/instruktur) maupun Kohai (siswanya). Agar mereka mencapai DO
(jalan yang sebenarnya). Untuk mencapai DO maka para Karateka harus senantiasa memiliki :
- REI (sikap saling menghormati)
- MEIKYO (berpikir positif),
- MUGA (berkosentrasi penuh)
- USHIN (melekat pada ajaran),
- HUBAKU (senantiasa berhati lembut),
- TAI NO SEN (senantiasa memiliki inisiatif), dan
- KEIKO (rajin).
Apabila filosofi dipraktekan maka akan lahir para Karateka yang disiplin, jujur, percaya diri, sehat dan kuat. Hal ini amat relevan bagi profil prajurit yang harus tanggap, tanggon dan trengginas. Bagi para Karateka yang telah menjiwai latihan Karate secara sungguh-sungguh melalui latihan yang terus menerus dan teratur akan menemukan MYO (rahasia yang tersembunyi) berupa lahirnya intuisi,
kekuatan fisik dan spiritual yang terkadang tidak dapat dicerna dengan akal sehat seperti mampu memecah benda-benda keras (SHIWARI), SINKANG (melompat tinggi) dan memiliki kekuatan super sebagaimana yang dialami para leluhur beladiri Karate. Benarlah apa yang diucapkan Gichin Funakoshi bahwa Tuhan telah menciptakan alam dan tubuh manusia dengan
berbagai tujuan. Tetapi barang siapa yang menggunakan kepalan tangan tanpa tujuan yang mulia dan perhitungan yang matang maka ia akan kehilangan harga dirinya di hadapan Tuhan dan manusia.
Inkai Ranting Karate Amboy
September 05, 2015
CB Blogger
IndonesiaFalsafah Karate
- Rakka (Bunga yang berguguran)
Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.
- Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)
Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danau tersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.
Inkai Ranting Karate Amboy
September 05, 2015
CB Blogger
Indonesia
































