Karate, Sebagai Seni bela diri

Friday, September 15, 2017

Karate, Sebagai Seni bela diri

KARATE merupakan suatu seni beladiri yang cukup digemari oleh banyak orang di Indonesia, seperti halnya cabang olahraga Bulutangkis ataupun sepakbola. Hal ini terbukti dengan banyaknya para peminat yang terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat, baik pria dan wanita maupun tua dan muda. Dan ini tidak hanya dikota-kota besar saja akan tetap! juga dikota-kota kecil dibumi Nusantara ini.

Dengan memasyarakatnya KARATE ini, sering kali terjadi anggapan yang salah tentang KARATE itu sendiri. KARATE seolah-olah hanyalah sejenis beladiri yang hanya mengutamakan bentuk kekerasan maupun kesadisan yang nampaknya kurang manusiawi, atau suatu bentuk pameran kekuatan belaka dengan memecahkan benda-benda keras seperti : batu bata , batu kali, besi beton, papan dan es balok dengan menggunakan kepala, tangan dan kaki. Penafsiran seperti tersebut diatas sangatlah disayangkan.

KARATE-DO terdiri dari kata KARA yang artinya KOSONG, kemudian TE berarti TANGAN, dan DO berarti JALAN yaitu seni beladiri itu sendiri. Dengan demikian pengertian KARATE-DO ialah suatu seni beladiri tangan kosong, dimana seluruh bagian dari tangan dan kaki dilatih secara sistimatis untuk dapat mengendalikan serangan yang mendadak seperti halnya bilamana menggunakan senjata.

Tujuan dari pada KARATE-DO itu sendiri ialah untuk menambah kekuatan dan meningkatkan ketahanan phisik serta membentuk teratur pribadi yang baik dan berbudi luhur dengan melalio latihan yang tekun dan menggunakanmetode yang tepat dan benar, agar seseorang dapat mengatasi segala macam bentuk rintangan dalam situasi dan kondisi yang bagaimana juga.

Secara garis besar bentuk latihan dari KARATEKA terbagi dalam 3 (tiga) macam :
1. KIHON (dasar) yaitu Tangkisan (Uke), Tinjuan/pukulan (Tsuki), Sentakan (Uchi), Tendangan (Keri) dan Sapuan (Harai).
2. KUMITE (pertarungan)
3. KATA (jurus) yaitu semua gerakan dasar yang dirangkaikan menjadi suatu kesatuan bentuk gerakan yang indah, bertenaga serta berirama.

Disamping ketiga macam bentuk latihan tersebut, masih banyak bentuk latihan lainnya seperti :
- Tehnik pernafasan
- Pemusatan tenaga dan kecepatan
- Pengencangan dan pengendoran otot
- Pemanfaatan perputaran pinggul
- Pengaturan irama dan tepat

Dari semua bentuk latihan yang dilakukan, pada prinsipnya ialah untuk menciptakan "KIME" atau "PENENTU" yang mana ini merupakan hakekat dari pada KARATE-DO itu sendiri. "KIME" atau "PENENTU" ialah sikap/gerakan KARATE yang bentuknya benar dan harmonis, tepat sasaranya. dengan tenaga dan kecepatan yang maksimal diserta dengan penguasaan diri yang ketat, sehingga sewaktu pukutan atau tendangan mencapai pada titik vital segera dihentikan.

Apabila kita kaji lebih jauh KARATE-DO mempunyai beberapa aspek yang menarik untuk dipahami, antara lain seni, olahraga.

Aspek SENI, dapat kita lihat pada peragaan jenis KATA, dimana pada peragaannya tampak gerakan-gerakan yang indah, bertenaga, berirama dan dapat diterima oleh logika serta yang lebih dari itu menunjukkan sifat keagungan, kemuliaan dan ketenangan. Seorang karateka dalam memperagakan KATA harus dapat membayangkan bahwa dia sedang menyelesaikan suatu pertarungan mengahadapi musuh-musuh yang menyerang dari beberapa penjuru.

Aspek OLAH RAGA, tercakup karena karate merupakan suatu bentuk latihan yang dapat menjaga keseimbangan bahkan meningkatkan kesehatan dan juga menambah kekuatan otot-otot dan bagian tubuh tertentu. Disamping itu KARATE dapat juga dipertandingkan seperti cabang olahraga lainnya, baik itu jenis KUMITE maupun KATA.

Aspek PSIKOLOGI, terlihat karena melalui KARATE-DO pada diri setiap pengikutnya akan dapat ditumbuhkan:
- Jiwa "SATRIO PINANDITO" yang artinya gagah berani, berbudi luhur dan rendah hati.
- Rasa percaya pada diri sendiri.
- Rasa hormat baik pada kawan maupun lawan.
- Sikap sprotif dan disiplin.

Akhirnya sejalan dengan program pemerintah yaitu

"MEMASYARAKATKAN OLAHRAGA DAN MENGOLAHRAGAKAN MASYARAKAT" dengan ini penulis mengaiak para pembaca, MARILAH KITA BEROLAHRAGA KARATE. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan : "Berawal dari mengenal kemudian meningkat menjadi suatu keakraban dan akhirnya mencintai". Nah, silahkan mencoba.

Sumber : Artikel diterima by email dari Sensei Eddy Gobel


September 15, 2017

0 komentar:

Post a Comment